Malam Sabtu– Kajian Kitab “Fatkhul Qorib” yang diampu oleh Agus Labibul Umam.

Kematian adalah hal yang hakikatnya pasti akan menghampiri semua Manusia dan seluruh Umat-Nya, Kematian akan datang kapan saja dan dimana saja tanpa mengenal usia, status sosial, ataupun kondisinya. Maka dari itu dalam islam dan diterangkan pada kitab Fatkhul Qorib, Merawat Jenazah hukumnya Fardu’ Kifayah yakni apabila ada dalam suatu qaryah (daerah) sudah ada yang merawatnya, maka kewajiban merawatnya gugur bagi masyarakat yang lainnya. Kewajiban terhadap jenazah yaitu memandikannya, mengkafani, mensholati, dan memakamkan.  selain mati syahid (Meninggal karena benar-benar membela Agama Islam).

Sebagai Santri haruslah mengerti akan tata cara merawat jenazah dari mulai memandikan sampai memakamkan Jenazah. Karena Santri sudah mengkaji dan mengaji semua permasalahan yang akan ada di lingkungan masyarakat. pada kesempatan kali ini Dewan Masyayikh pondok pesantren Darussa’adah dengan langsung mendatangkan Pak Kaum Desa Kritig untuk menjelaskan dan mempraktekkan bagaimana cara mengkafani Jenazah yang sesuai dalam penjelasan kitab Fatkhul Qorib.

Masjid Al-Azhar Pondok pesantren Darussa’adah

Banyak hal yang perlu di ketahui dalam Mengkafani jenazah. diantaranya yaitu Lapisan kain kafan yang digunakan untuk mengkafani jenazah Lakilaki yaitu Sebanyak 5 lapis yang diantaranya 3 lapis kain berukuran sama sebagai dasar dan 1 lapis untuk membuat baju kurung, dan 1 lapis lagi untuk membuat sorban/ikat kepala. dan begitu juga jenazah perempuan terdiri 5 lapis kain kafan yang diantaranya 2 lapis berukuran sama sebagai dasar, dan 1 lapis untuk baju kurung , 1lapis untuk membuat sorban/ikat kepala, dan 1 lapis lagi untuk membuat Tapih (jarit/sarung) yang menutupi anggota badan dari pusar sampe kaki. setelah itu siapkan 7 helai tali yang terbuat dari kain kafan yang diantaranya 5 tali berukuran sama panjangnya dan 2 tali yang berbeda untuk mengikat bagian atas dan bawah jenazah (Tali Pocong).

Pembelajaran yang sangat ber-arti yang diberikan bagi seluruh santri pondok pesantren Darussa’adah supaya menjadikan dirinya tidak bingung lagi ketika besok menghadapi kehidupan masyarakat yang sangat mengejutkan. Semangat menimba ilmu yang sangat luar biasa yang tertanam pada diri mereka masing-masing sehingga mereka satu per-satu ikut berpartisipasi dalam mempraktekan bagaimana cara merawat jenazah dengan baik dan benar.

Semoga dapat bermanfaat bagi kita dan bagi semua umat islam yang lainnya. Amin Yaa Robbal ‘Alamiin