” Yang patut dihargai disini bukan kedalaman perenungan atau keindahan pengungkapan; tapi keberanian untuk menulis dan menerbitkannya sebagai sebuah buku. Di tengah masyarakat yang makin jauh dari buku, budaya baca dan menulis; setidaknya K.H Ahmad Adib Amrullah sudah menunjukkan tekad kuatnya untuk menuangkan renungannya tentang 25 Nabi dalam bentuk puisi”.

—Anis Sholeh Ba’asyin, (Budayawan)

“Di samping mengandung banyak ajaran moral, kepribadian dan kisah para nabi sangat menyentuh relung-relung batin kita. Tapi dalam puisi Ahmad Adib Amrullah ini, sosok para nabi terasa berdenyaran bukan saja karena inferensi kita tentang kisah para nabi itu sendiri, melainkan juga karena diksi dan imajinasi Ahmad Adib Amrullah dalam puisi-puisinya. Dengan puisi-puisinya, Ahmad Adib membangkitkan perasaan kita tentang para nabi, sekaligus menghubungkan batin kita dengan para kekasih Allah itu.”

—Jamal D. Rahman, (Penyair)

“Tema sajak 25 Nabi yang ditulis oleh penyair Ahmad Adib Amrullah dalam buku ini, termsuk tema yang jarang digarap oleh para penyair Indonesia, baik yang duduk di pesantren maupun umum. Antologi ini merupakan tafsir religius tentang para nabi yang wajib diketahui, ditulis dengan kalimat yang sederhana, namun kaya makna. Penyair Ahmad Adib Amrullah benar-benar ingin mengangkat apa dan bagaimana para nabi itu dalam sajak yang ditulisnya sebagai objek renungan, yang menawarkan nilai-nilai pencerahan tertentu bagi pembaca puisinya.”

—Soni Farid Maulana, (Penyair & Pengelola Rumah Baca Ilalang)

Baca dan lihat selengkapnya pada :

https://play.google.com/store/books/details/A_Adib_Amrullah_Sajak_25_Nabi?id=6crKDwAAQBAJ

TENTANG PENGARANG

KH. Ahmad Adib Amrullah bin Muzani bin Bunyamin bin Mardi lahir di Kebumen 9 September 1983. Mena-matkan pendidikan dasarnya di MI Darussa’adah pada tahun 1994, pendidikan menengah pertamanya di MTS Asshidiqiyah Batu Ceper, Tangerang (1994-1997), pendidikan menengah atasnya di MAK Manba’ul Ulum Asshidiqiyah Kedoya, Jakarta Barat (1997-2000) dan pendidikan tingginya di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir (2000-2009). Sekarang menjabat sebagai Katib Syuriah PCNU Kabupaten Kebumen, dan salah satu Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah.